Laravel vs Codeigniter: Manakah yang Lebih Baik?

2019-06-25 | by Admin

Laravel vs Codeigniter: Manakah yang Lebih Baik?

Mana yang lebih baik antara codeigniter dan laravel? Pertanyaan seperti ini sering sekali dijumpai di forum-forum dan group php. Jawabannya tentu saja bervariasi, tergantung siapa yang menjawab. Penyuka codeigniter pastinya akan menjawab codeigniter lebih baik dari laravel, begitu juga jika penyuka laravel yang menjawab pasti jawabannya laravel yang lebih baik. Semua pasti punya alasan kenapa memilih framework tertentu.

Di sini saya tidak akan melakukan perbandingan yang macem-macem (bechmark dan lain-lain). Hanya ingin sharing pendapat setelah bertahun-tahun menggunakan codeigniter dan laravel, walaupun pada kenyataanya saya lebih sering menggunakan codeigniter daripada laravel, mari kita bandingkan perbedaannya.

Kemudahan belajar, codeigniter cenderung lebih mudah dipelajari oleh pemula dibandingkan laravel. Selain dokumentasi dan dukungan forum lebih banyak, syntax maupun konsep MVC-nya masih lebih mudah untuk di adaptasi oleh pemula yang baru migrasi dari native ke framework. Sedangkan laravel walaupun katanya lebih pure MVC tapi hal itu justru lebih sulit dipelajari oleh pemula, setidaknya pemula harus paham OOP dan MVC.

Kemudahan penggunaan, laravel lebih mudah digunakan jika sudah menguasai, dan lebih futuristik karena mendukung penuh php terbaru. Sedangkan codeigniter, sampai tulisan ini dipublish masih menunggu versi 4 untuk bisa menyamai laravel.

Kecepatan development, menurut saya proses development aplikasi dengan laravel lebih cepat daripada codeigniter terutama untuk project skala besar. Kecuali jika hanya membuat website dan sudah memiliki CMS codeigniter sendiri, bisa jadi codeigniter jauh lebih cepat developmentnya daripada laravel. FYI saja, saya membuat website codeigniter hanya maksimal 3 hari saja. Jadi untuk kecepatan development tergantung seberapa kompleks aplikasi yang dibuat, dan juga seberapa expert programmernya menggunakan framework tersebut.

Kecepatan akses, ini manjadi poin penting jika project berupa website. Abaikan benchmark, yang sudah pernah saya alami development menggunakan laravel untuk website dengan pengunjung ribuan di waktu bersamaan akan membuat server down, CPU usage sangat tinggi, memory habis, dan database down. Jadi perlu optimasi lanjutan jika menggunakan laravel untuk website dengan trafik tinggi. Sebaliknya dengan codeigniter, trafik tinggi tidak pernah menjadi masalah berarti, website lebih ringan dan walaupun tanpa optimasi berlebih.

Kesimpulannya mana yang lebih baik? Kembali lagi pada Anda sebagai pengguna, kalau saya tidak ada yang lebih baik diantara keduanya, masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan yang menjadikan mereka bisa ditempatkan di tempat berbeda. Saya menggunakan codeigniter untuk website, sedangkan laravel untuk aplikasi skala besar karena proses development lebih cepat.